Bahasa Tidak Asing

Memiliki pengalaman belajar beberapa bahasa asing, saya punya beberapa ide tentang pelajaran bahasa asing. Salah satunya adalah, seseorang bisa dikatakan hampir berhasil menguasai suatu bahasa asing saat dalam mindset-nya bahasa itu tidak lagi menjadi bahasa asing. Paham? Saat suatu bahasa asing di dalam pikirannya sudah menjadi bahasa yang tidak asing. Saat memiliki mindset seperti ini, maka skill berbahasa orang tersebut akan berkembang dalam mode auto pilot.

Ketika suatu bahasa sudah menjadi bahasa tidak asing, maka kita tidak akan takut saat menghadapinya. Kita memiliki persepsi yang salah tentang menguasai suatu bahasa. Kita pikir menguasai suatu bahasa berarti mengetahui semua tentang bahasa tersebut, mulai dari fitur bahasa yang besar hingga detail-detail kecil bahasa tersebut. Salah. Ini adalah pikiran yang tidak tepat. Kenapa? Karena, coba perhatikan, anda orang Indonesia kan? Iya. Menguasai Bahasa Indonesia kan? Iya. Tahu kata labres? Itu adalah kata dalam Bahasa Indonesia yang mungkin tidak banyak orang tahu, saya juga tidak tahu. Tahu alasan mengapa main menjadi bermain tapi makan menjadi memakan bukan bermakan? Banyak orang Indonesia tidak tahu alasannya, saya juga tidak tahu. Nah kan, meskipun tidak tahu semua kosa katanya meskipun tidak tahu semua fitur bahasanya, tapi kita tetap dikatakan menguasai Bahasa Indonesia. Kitapun tidak pernah takut menghadapi Bahasa Indonesia walaupun tidak mengetahui secara keseluruhan fitur dan kosa katanya. Kita tidak takut, mengapa? Karena kita tidak lagi menganggap Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Kita akrab dengannya, karena akrab maka kita tidak takut.

Saat bertemu dengan kata-kata Bahasa Indonesia yang kita tidak paham, kita tidak panik, kita hanya perlu tanya apa maksudnya. Setelah tahu, tada…kitapun bisa memakainya sendiri.

Itu kita dengan Bahasa Indonesia. Bagaimana jika relationship ini kita terapkan pula pada bahasa asing yang sedang kita pelajari.

Langkah pertamanya adalah hilangkan status bahasa itu sebagai bahasa asing dalam pikiran kita. Jangan membebani diri dengan menuntut kepala kita untuk mengetahui semua kosa katanya dan memahami semua detail fitur bahasanya. Bahasa bukan matematika. Tidak ada rumus yang harus diturunkan. Tidak ada rumus, tapi ada rasa yang harus dipahami dan dirasakan kemudian dinikmati. Jadi, calm down, stay cool..saat ada yang tidak tahu kita tinggal tanya dan cari tahu apa maksudnya.

Jadikan bahasa itu tidak asing lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s