Menjadi Protagonis

Hai Kau yang sedang membaca. Selamat datang di kisah ini. Bersediakah Kau menjadi protagonisnya?

Asalkan Kau tahu, kisah ini bukanlah fiksi, tapi kisah di dunia nyata yang akan benar-benar terjadi. Dan kini Aku menawarkan padamu, “Maukah Kau menjadi protagonisnya?”

Sebelum Kau menjawabnya, berikanku sedikit waktu untuk menjelaskan apa tugas protagonis di kisah ini. Tugas protagonis sederhana tapi tidak mudah. Kutekankan sekali lagi bahwa tugas protagonis itu sederhana tapi TIDAK MUDAH. Bila Kau menjadi protagonis tugas yang harus Kau emban adalah: mencari kebenaran dan setia padanya apapun yang terjadi.

Seeking the truth and sticking with it whatever happens.

Pertama, Kau harus mencari kebenaran, kebenaran yang sebenarnya. Kau harus mampu membedakannya dengan kebenaran palsu. Ini bukan tugas yang mudah. Telah banyak orang yang menyerah. Tapi ada kabar gembira untukmu, orang-orang yang tidak menyerah dipastikan pasti akan berhasil seratus persen menemukan kebenaran yang sebenarnya. Karena kisah ini berjalan di atas dunia yang adil, dunia di mana kebenaran hakiki pasti mendatangi orang-orang yang mau bersabar mencarinya.

Kedua, Kau harus setia dengan kebenaran itu. APAPUN YANG TERJADI. Ini adalah tugas yang tak kalah susahnya dengan tugas pertama. Dan di sinilah panggung utama kisah ini berada. Sebab sebuah kisah tak akan menjadi kisah bila tanpa konflik. Dan Kau sebagai protagonislah yang menjadi target semua konflik itu. Semuanya. Plot kisah tak akan berhenti menuliskan konflik untukmu, menguji kesetiaanmu terhadap kebenaran. Para antagonis akan bermunculan mencoba mengancurkan dirimu dan kebenaran yang ada bersamamu. Semua sisi kehidupanmu dalam kisah ini tidak akan dibiarkan merasa aman dari konflik ini. Bahkan tak ada jaminan bahwa nyawamu akan selamat dalam kisah ini.

Bagaimana? Tenang, kisah ini meskipun terdengar susah dan berat tapi sebenarnya ini adalah sebuah happy ending story. Betapapun besar dan rumit plotnya, asalkan Kau tetap berpegang pada kebenaran, Kaulah yang akan menang pada akhirnya. Dan ada sebuah hadiah besar di sana. Kalimat “Hidup bahagia selamanya” siap menantimu di akhir kisah. Hanya di akhir kisah, yakni saat kisah ini telah berakhir dan lembaran-lembaranmu telah sempurna dan ditutup.

Jadi, bersediakah Kau menjadi protagonisnya?

Ataukah kau ingin menjadi seperti orang-orang di sana? Rombongan penakut yang hanya ingin menjadi figuran.

 

2 thoughts on “Menjadi Protagonis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s