Berbekal Retorika

Di luar sana,

berbekal retorika, seseorang menjadikan yang buruk itu baik dan menjadikan yang baik itu buruk. Kemudian menghapus batas antara yang baik dan buruk.

berbekal retorika, seseorang menghilangkan definisi tentang apakah yang benar dan yang salah. Kemudian menghapus batas antara yang benar dan salah.

berbekal retorika, seseorang memuliakan yang hina dan menghinakan yang mulia. Kemudian menghapus batas antara yang hina dan mulia.

Telah kita jumpai di dunia nyata, orang-orang yang berbekal retorika.

Mengubah orang yang baik, benar, dan mulia menjadi orang yang buruk, salah, dan hina. Hanya dengan berbekal retorika.

Kemudian orang-orang bodohpun bersorak mengeluk-elukan dia yang hanya berbekal retorika.

disgusting.

Yang kita cari bukanlah retorika.

Kita mencari kebaikan sejati, bukan retorika.

Kita mencari kebenaran sejati, bukan retorika.

Kita mencari kemuliaan sejati, bukan retorika.

Dan semua yang sejati selalu bersama dengan ilmu yang datang bagaikan air bah, menghempas sampah-sampah retorikan  dan memasukkannya ke selokan.

5 thoughts on “Berbekal Retorika

  1. Orang-orang yang berbekal retorika hanya diakui oleh mereka yang juga meyakini retorika “benar” adanya. Dan pantas “keberadaannya”.

    Semoga kita memiliki hati dan pikiran yang tajam. Agar dapat membaca segala jenis retorika. Dan tidak terhanyut menjadi “bodoh” karenanya.

    Like

    1. Iya betuuul. Semoga retorika digunakan dengan bijaksana ya, Mas. Sehingga tujuannya untuk kebaikan bersama, tidak hanya untuk kepentingan pribadi semata.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s