Asal Tidak Ganggu #2


Ini adalah tulisan bagian kedua. Silahkan baca dahulu bagian pertamanya di sini. Baca dulu ya agar bisa memahami tulisan bagian dua ini.


Ok, sampai di mana kita?

Manusia boleh lepas dari aturan, tidak mau diatur-atur asalkan memenuhi satu syarat, yaitu dia memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segalanya.

Pertanyaannya, apakah syarat ini bisa dipenuhi? Yak, anda sudah tahu jawabannya, ini adalah syarat yang tak mungkin bisa dipenuhi. Setidaknya ada dua hal yang membuat satu syarat ini mustahil untuk terwujud.

Yang pertama adalah: manusia tidak diciptakan untuk memiliki pengetahuan yang sempurna. They simply don’t have the capability. Otak manusia tak mampu. Perhatikanlah, adakah seorang ahli bedah yang mampu membangun sebuah pesawat ulang alik? tidak ada. Adakah profesor matematika yang mampu menulis bait-bait syair indah yang mengungkapkan isi hati seorang wanita? Saya yakin tidak ada.

Begitulah otak manusia. Semakin ia digunakan untuk menguasai dan mendalami suatu bidang, maka ia akan lemah pada bidang lainnya. Para guru besar di universitas, keahlian mereka spesifik pada satu bidang dan mereka bodoh dalam bidang yang lainnya. Sehingga memiliki pengetahuan yang sempurna adalah hal yang mustahil bila ditinjau dari sisi ini.

Yang kedua, banyak hal-hal yang tak mampu dipahami manusia karena hal-hal tersebut berjalan tak sesuai dengan nalar. Saya bawakan contoh yang paling sederhana. Apakah ada perempuan yang mencintai laki-laki yang cuek dan sering menyakitinya? Adaaa. Apakah ada laki-laki yang mengkhianati dan menyelingkuhi istri yang sebenarnya dicintainya? Adaaa. Kok bisaaa?

Itu adalah contoh yang sederhana. Hal-hal yang di luar nalar seperti itu ada banyak sekali, terutama jika berhubungan dengan perasaan dan sesuatu yang non-fisik. Saya menantang anda untuk mendapatkan contoh-contoh lainnya.

Hal yang berjalan di luar nalar ini menghalangi menusia untuk memiliki pengetahuan yang sempurna dalam segala hal. Itu adalah dua alasan mengapa pengetahuan yang sempurna adalah suatu hal yang mustahil untuk manusia.

Lalu bagaimana?

Ada seorang yang sakit dan ingin sembuh. Dia tak memahami sempurna tentang anatomi manusia, fisiologi tubuh manusia dan berbagai biokimia yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, dia datang ke dokter untuk mendapatkan instruksi bagaimana caranya sembuh. Dokter kemudian memberikannya instruksi yang bisa dia pahami. Minumlah obat ini, perbanyak makan ini, pantang makan itu dan sebagainya. Si pasien tinggal melaksanakan, kemudian sembuhlah dia.

Analogi orang yang sakit pergi ke dokter ini adalah analogi sederhana. Tapi cerdas.

Instruksi. Yang dibutuhkan manusia yang tidak memiliki pengetahuan sempurna tentang kehidupan dan semesta ini adalah instruksi. Instruksi, sehingga ia bisa melewati dengan benar kehidupan di dunia ini. Dan instruksi yang dibutuhkan bukanlah sembarang instruksi, tapi instruksi dari pemilik pengetahuan yang sempurna.

Di sinilah letak kebutuhan manusia terhadap aturan syariat.

Allah subhanahu wata’ala, Yang Maha Mengetahui dan yang menciptakan manusia memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segalanya. Menetapkan aturan-aturan syariat yang bisa dipahami oleh manusia. Dan manusia tinggal mengikutinya. Manusia tidak dituntut untuk mengetahui berbagai hikmah di baliknya. Meskipun banyak ulama berusaha mengungkapkan hikmah di balik syariat. Ada yang berhasil diungkapkan. Ada yang tidak, karena keterbatasan otak manusia.

Kita tinggal mempelajarinya dan mengamalkannya. Sederhana kan?

Jadi setelah membaca dua bagian tulisan ini, saya bertanya pada anda. Manakah yang lebih sesuai dengan akal sehat: hidup bebas tanpa mau dikekang aturan ataukah hidup tunduk dan berpegang teguh pada syariat?

Anda sudah tahu jawabannya.

Maka jika ada teman kerabat anda yang mulai terpengaruh pemikiran liberal dan ingin bebas lepas dari aturan-aturan syariat lemparkan tulisan ini ke wajahnya bagikan tulisan ini, agar dia bisa berpikir ulang dan mengevaluasi pilihannya.

#logis

3 thoughts on “Asal Tidak Ganggu #2

  1. Akan selalu ada tali tak terlihat di setiap kebebasan, itulah faktanya. Aku bahagia dengan kebebasanku memilih jalan yang menurutku baik dengan hijab. Meski banyak bisikan, panaslah,,,itulah,,,apalah,,,
    Tapi inilah kebebasan yang kucintai❤❤❤
    Aku berharap bisa mendapat tulisan2 keren seperti ini di masa depan…SEMANGAT

    Liked by 3 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s