Kita: Tentang Ramadhan

Saat berangkat ke masjid subuh tadi, jalanan masih gelap. Satu-satunya pemandangan yang bisa dinikmati sambil jalan hanyalah langit. Langitnya cerah dengan bulan dan bintang yang terang tanpa sedikitpun ada awan. Ternyata bulan subuh tadi sudah tinggal separuh. Artinya kita sudah sampai di akhir-akhir Bulan Sya’ban. Artinya lagi Bulan Ramadhan hanya tinggal menunggu hitungan hari.

ramadan kareem greeting card with mosques

Bertahun-tahun yang lalu, saat kita masih anak-anak, kita selalu merasa Bulan Ramadhan adalah waktu yang spesial. Hari-harinya terasa beda. Ada suasana yang tidak biasa yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Pagi hari di Bulan Ramadhan rasanya beda. Malam hari Bulan Ramadhan rasanya beda. Rasanya istimewa. Rasa istimewa yang sulit dideskripsikan, pokoknya istimewa. Kita yang masih anak-anak tidak tahu dalil-dali Quran atau hadits Nabi tentang keistimewaan Bulan Ramadhan. Tapi kebersihan hati yang kita miliki waktu itu sudah sangat mampu untuk menuntun kita merasakan istimewanya Ramadhan.

Saat Ramadhan datang mendekat, kitapun merasa bersemangat, tidak sabar, dan merasa senang menyambutnya.

Beranjak dewasa,

hati kita tak lagi sebersih dulu. Perlahan-lahan semakin kotor dengan semakin banyaknya dosa yang kita lakukan. Kita bukan lagi anak-anak yang polos dan bersih. Dan Ramadhan pun mulai terasa hambar.

Kita sibuk dengan pekerjaan. Kita berada di tengah-tengah orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dunia membuat kita berlari ke sana dan ke mari. Hati kita sibuk. Hati kita tak lagi bersih. Sehingga kita tak menyadari saat Ramadhan mulai mendekat. Kita tak lagi merasa perlu bersemangat menyambutnya, kita tak merasa tidak sabar. Kita merasa biasa-biasa saja dengan kedatangannya.

Pada satu titik, hati kita sudah benar-benar tidak mampu lagi merasakan istimewanya Ramadhan. Hari-hari Ramadhan terasa sama persis dengan hari-hari biasa. Tak ada yang berbeda selain kita yang tidak makan dan minum. Kita tetap sibuk dengan rutinitas seperti biasanya. Suasana istimewanya tak lagi mampu kita rasakan.

Ramadhan yang hambar.

Sampai kapankah kita mau terus dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini? Tak inginkah kita kembali merasakan istimewanya Ramadhan seperti yang dulu pernah kita rasakan?

Kita harus bertindak, berbuat sesuatu. Kita tak bisa mengharapkan perubahan hanya dengan berdiam diri. Satu yang harus kita lakukan untuk bisa kembali merasakan nikmat dan istimewanya Ramadhan adalah belajar.

Belajar. Mempelajari kembali istimewanya Ramadhan, tuntunan-tuntunannya, tata-caranya, dan semua serba-serbi yang berkaitan dengannya. Dengan mempelajarinya maka kita akan tahu bagaimana cara menghidupkan Bulan Ramadhan dengan benar. Kita akan tahu bagaimana cara mendapatkan keistimewaan dan keutamaannya. Saat kita amalkan apa yang telah kita pelajari, hati kita akan berangsur-berangsur melembut dan kembali bisa merasakan betapa istimewanya bulan ini.

“Tapi saya tidak bisa membaca kitab, dan di sini tidak ada kajian-kajian tentang Bulan Ramadhan…”

Di zaman internet sekarang ini, alasan di atas sudah tak lagi relevan. Jika tidak ada kajian-kajian keislaman tentang Ramadhan di sekitar rumah kita, maka kita bisa mengikuti kajian secara online.

Telah banyak situs radio dan TV streaming milik kaum muslimin yang siap dijangkau kapan saja dari mana saja. Dan mendekati Bulan Ramadhan seperti saat ini, mereka banyak menyajikan materi-materi seputar Ramadhan, di samping materi-materi lainnya. Di antaranya yang recommended adalah :

Radio Muslim

3

Radio Rodja

2

Yufid TV

1

Recommended karena di sana diasuh oleh para ustadz yang berkompeten dengan materi-materi yang ilmiah sesuai dengan dalil-dalil al Quran dan hadits Nabi. Coba deh kunjungi. Manfaatkan waktu-waktu kosong saat pulang kerja, saat menjaga toko, atau saat-saat lainnya untuk menyimak dan belajar. Kita tidak bisa menunggu waktu luang, yang bisa kita lakukan adalah meluangkan waktu.

Dan akhir kata, selamat belajar. Selamat kembali merasakan istimewanya Ramadhan.

rect4485


اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”


sumber gambar: Freepik

12 thoughts on “Kita: Tentang Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s