Bayaran Mahal Artis


Catatan 1:

Tulisan ini berisikan tema dan argumen yang klise.


Dulu saya bertanya-tanya, kenapa para artis penghasilannya besar? Lewat siaran-siaran infotainment di TV atau di internet, kita bisa melihat kehidupan mereka yang wah. Rumah yang megah, mobil mewah, berkali-kali liburan ke luar negeri, dan lain sebagainya.

Dampaknya, banyak dari kita berbondong-bondong ingin menjadi artis. Ingin menjadi selebritis yang terkenal, agar bisa hidup mewah. Lihat saja setiap ada audisi untuk menjadi artis macam Indonesian Idol, peminatnya selalu membludak, antreannya selalu panjang. Anda ingin jadi artis juga?

Ibu saya adalah seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah swasta di daerah pelosok tempat kami tinggal. Dan saya berani menjamin apa yang dikerjakan oleh ibu saya jauh lebih besar manfaatnya dibandingkan apa yang dikerjakan mereka para artis. Tapi ibu saya cuma mendapat bayaran kurang dari lima ratus ribu rupiah dari sekolah tempatnya mengajar.

Aneh kan? kenapa orang yang mengerjakan hal yang jauh lebih bermanfaat malah mendapatkan apresiasi yang jauh lebih kecil.

Tapi sekarang saya sudah tahu jawabannya.

Mengapa para artis mendapatkan bayaran yang mahal? Karena masyarakat menganggap artis-artis itu bisa memberikan hiburan, kesenangan, dan kebahagiaan. Orang mana yang tidak ingin merasa terhibur, senang, dan bahagia? Tidak ada, semua orang menginginkannya. Oleh karena itu masyarakat berani membayar mahal kepada mereka yang mampu memberikan hiburan, kesenangan, dan kebahagiaan.

Benar kan?

Kita merasa mendengarkan musik yang merdu membuat kita bahagia. Kita merasa menonton para Oppa korea dalam drama berisi kisah cinta yang manis membuat kita bahagia. Kita mengira mendengarkan kalimat-kalimat lucu para komika membuat kita merasa bahagia. Kita menganggap bahwa menonton para superhero yang keren mengalahkan para penjahat membuat kita bahagia. Kita mengira ini dan itu. Kita sebagai konsumen yang hanya melihat dari jauh mengira semua itu bisa membuat kita bahagia.

Tapi …

Jika dunia entertainment memang benar-benar berisi kebahagiaan, mestinya mereka para artis penghuni dunia entertainment itu adalah orang-orang yang paling bahagia di muka bumi ini.

Ternyata kenyataan berkata lain.

Beberapa waktu yang lalu, seorang DJ yang sukses dan dikenal secara internasional meninggal dan kemudian diketahui dia meninggal karena bunuh diri. Sebelumnya, seorang personel band yang terkenal dan mendunia juga melakukan bunuh diri. Seorang idol korea yang mempunyai banyak fans juga bunuh diri. Seorang aktor film Hollywood yang selalu terlihat tersenyum juga bunuh diri. Dan masih banyak lagi artis -artis yang merasa tidak bahagia, depresi, kemudian memilih mati.

Belum lagi artis-artis yang terjerat narkoba. Ada banyak sekali. Ditambah juga banyak youtube personality yang sukses dan memiliki banyak subscriber yang mulai berkata jujur bahwa mereka sebenarnya tidak bahagia dan merasa depresi.

Fakta ini mestinya bisa membuat kita berpikir, benarkah dunia entertainment itu berisi kebahagiaan. Sedangkan banyak penghuni dunia hiburan itu yang merasa tidak bahagia.

Bukankah ini yang dinamakan fatamorgana?

Jika dilihat dari jauh terlihat sesuatu, tetapi begitu didekati ternyata tidak ada apa-apa. Kita para penonton melihat bahwa di dunia hiburan ada kebahagiaan, sedangkan orang-orang yang berada di dunia hiburan itu sendiri tidak menemukan adanya kebahagiaan di sana. Sebuah fatamorgana.

Lalu masihkah kita terlena dan mengejar fatamorgana kebahagiaan itu? Ataukah kita meninggalkannya dan mendedikasikan waktu untuk mencari dan mengejar kebahagiaan yang sebenarnya??


Catatan 2:

Iya saya tahu bahwa tema ini dan argumen ini adalah sesuatu yang klise seperti yang saya tulis di catatan 1. Tapi, menjumpai banyaknya orang yang merasa gelisah dan tidak bahagia di dunia nyata dan dunia maya membuat saya ingin tetap terus mebicarakannya.


 

7 thoughts on “Bayaran Mahal Artis

  1. Artis itu juga sumber uang bagi org2 tertentu. Dan dia harus terus menghasilkan atau tergantikan..dalam.tekanan harus penuh ide dan gembira. Selain pergaulan itu yang membuat mereka lari ke obat terlarang…

    Liked by 1 person

  2. Tulisan yang bagus. 😁😁😁

    Saya adalah orang yang masih saja ngidol, dari yang mulanya para oppa sampai sekarang mereka sudah mulai jadi ahjussi (paman). Saya juga kadang pernah melihat bahwa sebenarnya mereka tidak terlalu bahagia menjalani aktivitasnya. 😢
    Tetapi, mungkin mereka punya sebuah tempat tersendiri di bagian kecil dari hati mereka, seperti sebuah kebahagian kecil karena melihat orang-orang menikmati dan berbahagia karena mereka. Mungkin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s