BOM Yang Mengejutkan (?)

Kemarin dan kemarinnya lagi ada beberapa bom meledak di negeri kita ini. Alhamdulillah hari ini tidak ada. Penyelidikan tentang ledakkan ini masih terus berlangsung hingga saat ini, tapi tampaknya bom kali ini tidak berbeda dengan kasus-kasus terorisme yang lalu-lalu. Mengatasnamakan agama.

Yang semakin membuat heboh, hasil penyelidikkan menyebutkan bahwa teroris kali ini adalah sekeluarga. Ditambah lagi mereka membawa anak-anak kecil saat melakukan bom bunuh diri. Kita semua terkejut.

Tapi, sebenarnya, layakkah kita terkejut?

Kita adalah negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Mayoritas kita adalah muslim. Jadi mari kita kritisi diri kita sendiri sebagai seorang muslim.

Kita seorang muslim, tapi dari mana kita belajar tentang Islam?

Di zaman saya, dua belas tahun wajib belajar di sekolah, pelajaran Agama Islam hanya disampaikan selama dua jam pelajaran saja selama sepekan. Pelajaran matematika, IPA dan Bahasa Inggris mendapatkan porsi yang berlipat-lipat lebih banyak. Kita belajar melalui buku pelajaran tipis yang bahkan hanya dicetak di atas kertas buram yang kemudian dipelajari sambil malas-malas. Apakah yang seperti ini cukup? Sama sekali tidak.

Jika ada kajian-kajian agama pun kita hanya memilih menghadiri kajian yang diisi oleh orang-orang terkenal atau diisi oleh orang-orang lucu yang jago menghibur. Hanya berputar pada materi-materi umum. Tentang yang detail? Detail aqidah? Detail fiqih? Tafsir? Hadits? Tak sempat, kita tak ada waktu. Kita sibuk. Sibuk mengikuti drama korea dan menonton film Marvel yang paling baru.

Lalu apa kabarnya dengan Al Quran? Kita baca tentunya, kalau sempat dan ada waktu saja. Kita baca. Kita baca tapi kita tak pernah tahu apa isinya. Tak sempat kita pelajari apa makna setiap ayat yang kita bunyikan, apa yang sebenarnya hendak Rabb-kita sampaikan. Kita akui dengan malu bahwa kita adalah generasi yang membaca Al Quran tanpa memahaminya.

Bagaimana juga dengan kitab-kitab para ulama? Ahh, jangankan memahami dan menelaahnya, membacanya saja kita tidak sanggup. Ratusan ribu jilid kitab yang ditulis para ulama kita, para orang-orang terbaik kita, menjadi sia-sia saja. Sia-sia berada di tangan-tangan orang yang tak mampu membacanya, seperti kita ini.

Lalu dari mana sebenarnya kita belajar agama? Dari artikel-artikel dan potongan ceramah di internet yang hanya kita simak sambil lalu, sambil sibuk men-scroll timeline Facebook? Atau dari khotbah jumat yang kita dengarkan sambil tidur?

Sepertinya mau tak mau kita harus mengaku bahwa kita adalah seorang muslim yang tak belajar mengenai agamanya sendiri. Kita tak peduli-peduli amat. Kita sibuk dan tak sudi meluangkan waktu.

Singkatnya kita adalah orang-orang yang bodoh.

Jadi, apakah layak kita terkejut jika di negeri yang berisi orang-orang bodoh seperti kita ini kemudian muncul aliran-aliran yang menyesatkan? Yang ekstrim dan berusaha menghancurkan negerinya sendiri atas nama agama?

Sepertinya kita tak layak terkejut. 

Tersesatnya orang bodoh sama sekali bukan hal yang mengejutkan.

One thought on “BOM Yang Mengejutkan (?)

  1. Keren. Seperti menjawab pertanyaan yang saya ingin tanyakan di post sebelumnya.
    Memang sepertinya kita harus diusik dulu, diganggu dulu, baru ada kemauan untuk mencari tau.

    (Tapi itu juga kalo kepikiran)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s