Ketika Sahur …

Alhamdulillah, do’a kita agar bisa sampai di Bulan Ramadhan dikabulkan. Dan di sinilah kita, kembali berjumpa dengan bulan mulia ini.

Memasuki Bulan Ramadhan, artinya mulai nanti dini hari kita harus bangun untuk makan sahur. Di kampung saya, biasanya menjelang jam-jam sahur, sekitar pukul tiga pagi, akan ada anak-anak, sekelompok, muter-muter kampung membawa kentongan, drum, dan macam-macam alat lainnya yang kemudian dipukul-pukul sambil teriak membangunkan orang-orang. Yang seperti di iklan sosis so nice itu. Di sini kegiatan macam itu dinamakan ‘patrol’. Mungkin dinamakan patrol karena mereka gelap-gelap muter-muter kampung mirip petugas ronda yang sedang patroli.

Tapi tahun-tahun belakangan kegiatan ini sudah jarang ada.

Suasana khas sahur yang masih terus bertahan hingga sekarang adalah bapak-bapak yang teriak-teriak lewat speaker musholla, membangunkan orang-orang kampung yang masih tidur.

sahuur … sahuur … bapak-bapak ibu-ibu sahuur

kira-kira begitulah redaksi teriakannya. Sampai sekitar tiga puluh atau dua puluh menit sebelum adzan subuh suara-suara dari speaker musholla akan berubah.

imsaaak … imsaak … imsaaaaaaaaaaak …

Nah, begitu adzan subuh kurang dari sepuluh menit maka suara imsak-imsak ini akan berhenti, selesai. Lalu akan terdengar sholawat tarhim yang sayup-sayup sampai ke kampung kami, dibawa angin dari masjid jami’ yang ada di pinggir jalan raya.

Sholawat tarhim ini nostalgic sekali, sejak saya kecil hingga sekarang setiap sebelum subuh selalu terdengar sayup-sayup.

Dulu setiap selesai sahur saya biasanya suka duduk di teras. Langit yang masih gelap. Udara malam yang berganti pagi. Kabut. Bintang. Sepi. Semuanya terlihat indah, susah dideskripsikan.


Btw, bicara tentang imsak, ternyata masih banyak di antara kita yang menganggap bahwa saat sudah imsak kita tidak boleh lagi makan dan minum. Ini sebenarnya anggapan yang kurang tepat.

Saat sudah imsak, kita masih boleh makan dan minum. Karena imsak adalah sepuluh menit sebelum fajar. Sedangkan puasa dimulai saat terbit fajar alias saat adzan Subuh.

Makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar (QS. Al-Baqarah: 187)

Malah makan minum di waktu itu lebih utama, karena mengakhirkan sahur adalah lebih utama.

Dulunya mungkin imsak ini diadakan agar orang-orang bisa berhati-hati. Saat sudah masuk imsak artinya sebentar lagi Subuh, sebentar lagi waktu sahur selesai dan puasa dimulai, hati-hati. Tapi kemudian orang-orang malah salah paham dikiranya saat sudah imsak sudah tidak boleh makan sahur lagi.

Jadi jika anda punya teman atau saudara yang juga mengira bahwa saat imsak tidak boleh makan minum, beri tahu dia. Bagaimana cara beri tahu nya? Gampang, saat sudah imsak ambil saja segelas air kemudian minum pelan-pelan sampai adzan subuh, nah nanti dia pasti penasaran, kok sudah imsak masih minum? Saat dia tanya, anda tinggal jawab bahwa batas akhir sahur adalah adzan subuh bukannya waktu imsak.

Gampang kan? Yang seperti ini disebut da’wah bil hal, alias berdakwah dengan perbuatan. Dia mendapat ilmu, anda mendapat pahala karena menyebarkan ilmu.

Selamat mencoba, selamat berpuasa.


Oh iya, satu lagi. Baru saja wordpress memberikan notifikasi achievement:

Capture

Ternyata saya membuat akun ini sejak jaman SMA dulu. Ah, jadi ingat umur…

3 thoughts on “Ketika Sahur …

  1. Alhamdulillah jadi tahu ini namanya sholawat tarhim, sempat beberapakali search sholawat ini tapi nggak nemu, emang nostalgia banget mas tiap habis imsak sampe subuh. Jadi kangen rumah 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s