Setahun Yang Lalu – Setahun Yang Akan Datang

Saat ini tahun 1439 H, dan Bulan Ramadhan telah berlalu. Ramadhan 1439 yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Semua keutamaan yang berlaku saat Bulan Ramadhan telah expired. Ada sedih dengan berlalunya Ramadhan, ada gembira dengan datangnya idul fitri.

Saya tidak tahu dengan pasti apakah Ramadhan tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun yang lalu ataukah tidak. Dalam beberapa sisi saya merasa lebih baik, tapi ada beberapa yang rasa-rasanya lebih baik tahun kemarin.

Lalu bagaimana dengan Ramadhan tahun depan? Wallahu a’lam, kita tidak ada yang tahu apakah kita akan menjumpainya. Jikapun kita menjumpainya, kita takmampu membayangkan bagaimanakah keadaan kita pada saat itu.

Ramadhan tahun ini, ada hal-hal yang berubah yang tahun lalu takpernah saya bayangkan.

Masjid kampung kecil yang setahun lalu atapnya jebol, gentengnya bocor, tembok dan kusennya keropos, sekarang telah direnovasi menjadi masjid dua lantai yang tembok dan dindingnya full granit. Alhamdulillah.

Bapak yang selama bertahun-tahun biasanya menjadi imam terawih pada saat sholat terawih pertama dan terakhir di masjid, sebulan sebelum Ramadhan mendadak meninggal. Suara dan gayanya yang familiar dan khas tidak lagi didengar di masjid.

Mbah yang biasanya menjadi muadzin di masjid juga meninggal beberapa hari setelah idul fitri tahun lalu. Sekarang muadzin di masjid menjadi berganti-ganti tergantung siapa yang datang duluan.

Ramadhan tahun kemarin saya berada di perantauan sedangkan Ramadhan tahun ini berada di kampung halaman. Pekerjaan saya tahun lalu dan sekarang juga berbeda. Secara fisik, Ramadhan ini saya beberapa belas kilo lebih kurus dibandingkan Ramadhan tahun lalu.

Ah. Ternyata ada banyak sekali yang berubah dalam jangka setahun ini… Apa yang tertulis di atas hanya bagian kecil saja.

Ramadhan tahun depan, jika saya menjumpainya lagi, tidak tahu apa saja yang akan berubah waktu itu. Mungkin tahun depan saya akan kembali membaca tulisan ini dan tersenyum melihatnya, haha…

Di malam takbiran seperti ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dikenai tugas membuat kartu ucapan lebaran untuk keluarga. Dan ini adalah versi kartu ucapan lebaran keluarga saya untuk tahun ini:

Capture
Nama keluarganya sengaja di sensor untuk menjaga privasi

Hahaha, sebagai keluarga yang melek internet, Bapak & ibu sekarang kalau mengirimkan ucapan lebaran secara digital saja, lewat medsos mereka masing-masing.

Yah, sedikit tulisan ringkas ini sebagai penanda bahwa saya akan kembali ke blog ini lagi setelah Ramadhan lalu sibuk ‘romadhon-an’ sehingga blognya hanya sekali-sekali saja tersentuh.

Dan akhirnya, taqobalallahu minna waminkum, selamat hari raya Idul Fitri.

10 thoughts on “Setahun Yang Lalu – Setahun Yang Akan Datang

  1. taqobalallahu minna waminkum

    Ramadan tahun ini juga berbeda bagi saya. Sudah ga ada orang tua, jadi di rumah saya sendiri, berpuasa sendiri.

    Itu bikinnya pakai inkscape? #iaminkscapeusertoo

    Liked by 1 person

  2. *langsung mikirin perbedaan ramadhan tahun ini dan kemarin*

    Terima kasih untuk tulisannya yang selalu ‘to the point’ tetapi bikin mikir terus merenung, mas!

    Selamat datang kembali ke blog! Selamat lebaran mas, taqoballahu minna wa minkum 🙏

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s