Lebaran After Story

Hmm..sebenarnya tulisan ini belum pantas diberi judul ‘Lebaran After Story’ karena momen lebarannya sendiri masih berjalan. Tapi yah…whatever.

Jadi di lebaran ini sebagaimana biasanya, saya banyak bertemu saudara. Tidak banyak juga sih, tapi setidaknya bertemu saudara lebih banyak dibandingkan pada hari-hari biasa. Ada saudara dari ibu, ada yang dari bapak. Ada saudara yang dekat ada pula yang agak jauh.

Bertemu dengan mereka membuat saya sadar bahwa selama ini saya sebenarnya hidup di tengah-tengah drama. Apa maksudnya? Maksudnya selama ini keluarga dekat saya, sebut saja keluarga ring satu, hidupnya tenang-tenang dan damai-damai saja. Prahara dan huru-hara rumah tangga bagi kami hanya ada di TV, di acara-acara infotainment.

Ternyata drama itu tidak hanya terjadi di TV tapi juga di sekitar kami, di antara saudara-saudara sendiri. Saya melihat banyak dari mereka berjuang melewati drama kehidupannya masing-masing. Ada yang terkena penyakit keras. Ada yang anaknya mengalami depresi. Ada yang istrinya mendadak meninggal. Ada yang suaminya kerap membuat ulah. Ada yang kawin cerai kawin cerai. Ada yang bergelut dengan kemiskinan dan kekurangan. Ada yang ibunya pergi entah kemana. Ada yang begini. Ada yang begitu. Haaah…

Jika kehidupan adalah sebuah panggung dan manusia adalah pemerannya, maka setiap kita berdiri di panggung yang berbeda-beda. Memainkan skenario yang berbeda pula. Setiap skenario yang kita mainkan adalah sebuah skenario yang didesain khusus untuk kita, untuk menguji kita.

Bukannya kita di dunia ini memang untuk diuji?

Kedamaian dan ketenangan yang ada di keluarga ring satu saya ternyata bukan sesuatu yang taken for granted, harus disyukuri dan dipertahankan.

IMG-20180616-WA0005
Saat berkunjung di rumah saudara di atas gunung.

Beralih ke topik lain.

Rumah saya saat ini penuh dengan makanan, penuh dengan kue & jajanan lebih tepatnya. Kemarin saat Ramadhan ada saudara-saudara dan tetangga yang memberi kue dan masih tersisa sampai sekarang. Lalu, saat lebaran, saudara yang datang ke rumah juga membawa kue. Dan ibu juga memanggang kue sendiri. Kue, kue, kue. -_- menumpuk di mana-mana.

Tapi kue yang dipajang di ruang tamu hanya beberapa saja, sisanya ada di ruang keluarga, di ruang makan di atas meja makan, di kulkas.

P_20180616_193221

Yang dipajang di ruang tamu cuma segitu saja. Tiga toples. Sebagian besarnya homemade, alias bikin sendiri.

Itu di toples paling kiri ada kue yang di sini disebut semprit, lalu atasnya kue yang namanya janda genit, saya tidak tahu kenapa bisa begitu namanya dan saya tidak ingin tahu dan tidak berencana mencari tahu. Dimakan saja.

Toples tengah itu ada kacang goreng yang digoreng sendiri terus dicampur bawang putih. Lalu di atasnya ada rajanya kue lebaran, nastar, yang bahkan selainyapun bikin sendiri.

Yang terakhir paling kanan itu coklat. Coklat beli sih. Belinya di saudara juga. Coklat nya tidak seberapa manis, agak-agak terasa seperti dark chocolate, di tengah-tengahnya ada potongan keju kecil. Sejujurnya, gabungan coklat dan keju ini tidak seberapa matching. Mereka tidak saling men-support dalam hal rasa, berdiri sendiri-sendiri. Jadi ya rasanya seperti makan coklat saja, terus pas semua coklatnya sudah meleleh dan habis di mulut, gantian berasa potongan kejunya.

Satu item lagi yang biasanya selalu ada di rumah kami saat lebaran, ini dia:

Capture
Siiplah apel dan leci

Jadi, selain ada air mineral, biasanya keluarga kami beli ini juga untuk tamu-tamu yang datang. Sepertinya minuman ini cukup populer di sini selama bertahun-tahun terakhir. Di rumah tetangga-tetangga dan saudara-saudara juga seringkali ada.

Diproduksi oleh Kusuma Agrowisata yang sepertinya berlokasi di Malang. Dulunya saya mengira bahwa ini minuman sari buah. Tadi sore saya pandang-pandangi di ruang tamu, ternyata bukan minuman sari buah, tapi minuman ‘rasa’ buah. Perhatikan di pojok kanan bawah itu. Tulisannya ‘Minuman Rasa Buah Apel dan Leci’.

Tahukan apa bedanya minuman sari buah dan minuman rasa buah? Sama seperti minuman kopi dan minuman rasa kopi. Minuman ini memakai perasa buatan. Komposisinya menyebutkan bahwa minuman ini memakai perasa: perasa sintetik leci dan perasa alami apel. Ditambahkan juga pewarna karamel agar mirip dengan warna sari apel.

Saya yakin orang yang mengira bahwa minuman ini adalah ‘sari buah’ ada banyak sekali. Coba saja googling ‘kusuma agrowisata’, maka akan anda temukan banyak sekali gambar minuman ini dengan caption ‘minuman sari apel’ atau ‘sari buah’.

Sedikit kecewa sih.

Cerita terakhir untuk hari ini:

Saya mengantar ibu ke ATM. Sebagai pengantar sekaligus operator mesin ATM. Ibu katanya bingung dan ga kelihatan kalau harus berurusan dengan mesin ATM. Jadilah saya yang menjadi operatornya.

Yang pertama adalah mengecek jumlah saldo. Setelah beres kemudian men-transfer uang ke saudara. Setelah beres kemudian menarik uang. Tidak banyak sih, cuma beberapa ratus ribu saja.

Saat menarik uang itulah, mesin ATMnya mulai mengajak bercanda. Uangnya dia semburkan, dia semburkan saudara-saudara… sampai berhamburan di lantai. Saya sampai harus memungutinya satu-satu. Padahalkan biasanya mesin ATM itu sopan kan ya? biasanya uangnya dikeluarkan pelan-pelan dan rapi. Tapi mesin yang ini sepertinya belum paham sopan santun. Atau jangan-jangan dia sedang capek karena hari-hari ini banyak melayani pelanggan? Bisa saja sih. Kita harus ber-husnudzhon.

Fiuuh..yak inilah tujuh ratus kata lebih recap mengenai apa yang terjadi di hari ini. Tidak penting sih, tapi saya sedang sangat ingin menulis setelah sibuk selama Ramadhan. Rasa-rasanya menulis pengalaman seharian seperti ini menyenangkan juga, once awhile. Enak, tidak perlu banyak berpikir, tinggal tulis saja.

By the way, saya tidak tahu cara membuat outro tulisan yang isinya pengalaman sehari-hari. Jadinya ya begini saja, tidak pakai outro. Tiba-tiba berhenti.

6 thoughts on “Lebaran After Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s