Ind-Der-Rah!

Ayo ngobrol tentang alat indera manusia.

Mulai dengan pendahuluan dulu. Kita ingat pelajaran waktu TK dulu bahwa indera manusia ada lima, makanya di Bahasa Indonesia disebut panca indera. Ada apa saja? Masih ingat? Haha, ok, ada pengelihatan, pendengaran, perasa, peraba, sama penciuman. Fungsi indera adalah menangkap rangsangan dari luar untuk kemudian diproses dan diterjemahkan oleh otak, ini pelajaran TK.

Indera pengelihatan menangkap gambar, pendengaran menangkap suara, perasa menangkap rasa (duh), peraba menangkap suhu & rabaan, yang terakhir indera penciuman menangkap bau. Jadi gambar, suara, rasa, suhu, dan bau ini kita sebut saja sebagai sumber rangsangan, hmm…. kayaknya terdengar aneh, kita ganti diksinya sumber rangsangan menjadi ‘stimulan’. Ok kesimpulannya, kita punya lima alat indera yang bisa menangkap lima jenis stimulan.

Lanjut, masih ada dalam bab pendahuluan. Sekarang kita bicara tentang teknologi. Secara sederhana teknologi adalah enhancement alias penguatan untuk manusia. Dengan memanfaatkan teknologi, kita bisa mengangkat benda yang sangat berat yang sebelumnya tidak mampu kita angkat, kita bisa menghitung super cepat, kita bisa mengerjakan sesuatu dengan sangat presisi, skill kita sebagai manusia mendapatkan penguatan dari teknologi.

Teknologi juga memberikan enhancement pada alat indera kita. Dengan teknologi, kita bisa melihat benda-benda yang sangat kecil, bahkan melihat elektron sekalipun. Kita juga bisa melihat bintang yang jauhnya beberapa tahun cahaya. Itu adalah contoh penguatan indera pengelihatan kita. Dalam hal pendengaran, teknologi membuat kita bisa mendeteksi suara infrasonik dan ultrasonik yang frekuensinya di luar ambang batas telinga kita. Kita saat ini juga jadi bisa mengukur suhu yang ekstrim, yang sangat panas atau dingin. Singkatnya alat indera kita mendapatkan enhacement melalui teknologi sebagaimana sisi-sisi kita lainnya sebagai manusia juga mendapatkan enhancement dari teknologi.

Lalu kita bicara tentang sains. Bicara tentang sains artinya kita bicara tentang observasi alias pengamatan, yah karena fondasi dari sains adalah observasi. Observasi, kemudian eksperimen, kemudian observasi lagi baru diambil kesimpulan. Karena berbasis observasi maka sains sangat bergantung pada alat indera kita dan semua technological enhacement yang dimilikinya.

Kesimpulan yang diambil oleh saintis diaplikasikan oleh para teknokrat untuk membangun teknologi yang lebih canggih. Teknologi yang lebih canggih ini digunakan para saintis untuk melakukan penelitian yang lebih dalam, lebih detail, dan lebih presisi. Hasil penelitian ini kemudian diaplikasikan lagi oleh teknokrat untuk membangun teknologi yang jauh lebih canggih lagi. Begitu seterusnya, sains dan teknologi saling tumbuh bersama.

Well, saya bukan saintis dan bukan juga teknokrat, jadi kalau ada penjelasan sederhana saya mengenai sain dan teknologi ini ada yang keliru silahkan dikoreksi.


Sekarang poin utamanya adalah: kita tahu dengan yakin bahwa manusia memiliki lima indera, dan kita tahu bahwa lima indera ini bisa menangkap lima jenis stimulan. Nah, the big question is apakah kita bisa yakin bahwa di semesta ini hanya ada lima jenis stimulan?

Bagaimana kalau ada enam jenis stimulan dan kita hanya punya lima indera? Artinya ada satu jenis informasi yang lewat begitu saja karena kita tak punya indera untuk menangkapnya. Itu kalau jenis stimulan di semesta ini ada enam. Bagaimana kalau ternyata ada tujuh? Kalau ternyata ada sepuluh? ternyata ada seratus? Atau kalau ternyata di semesta ini ada sejuta jenis stimulan? Dan kita hanya punya lima indera yang hanya menangkap lima jenis stimulan saja. What will we miss? A lot. A LOT. Jika memang ada sejuta jenis stimulan di semesta ini, artinya apa yang kita ketahui hanya sedikit sekali, kita hanya tahu lima dari sejuta.

Dalam hal ini, sains dan teknologi tidak bisa membantu. Seperti yang telah kita bicarakan di atas, teknologi bisa memberikan enhancement pada alat indera kita, tapi teknologi tidak bisa menambahkan jumlah alat indera kita. Begitu pula sains, boro-boro menambahkan alat indera, sains malah sangat bergantung pada alat indera kita ini .

Mengenai fakta ini, ada konsep sederhana untuk menanggulanginya: konsep ini disebut alam gaib. Dan kita semua telah paham mengenai alam gaib. Jika kita tanyakan pada orang-orang tentang apakah alam gaib, maka mereka mungkin menjawab bahwa alam gaib adalah hal-hal yang tidak bisa kita lihat – atau dengan kata lain: alam gaib adalah alam bagian semesta ini yang tidak mampu kita indera karena kita tidak memiliki alat inderanya.

Konsep yang sederhana tapi cerdas. Dalam hal ini sains dan teknologi sama sekali tak mampu berkutik. Dan keterbatasan alat indera yang kita miliki menjadikan kemungkinan-kemungkinan tentang alam gaib itu menjadi tak terbatas. Jika kita bicara tentang jin, maka apakah jin punya lima alat indera seperti manusia? ataukah mereka punya lebih? Punya sepuluh mungkin? Atau malah hanya punya dua atau tiga? Apakah jenis alat inderanya sama seperti manusia? Ataukah beda? Ataukah sama tapi beda? Lalu bagaimana dengan alat inderanya malaikat? The possibility is endless.

Sebenarnya tulisan ini dibuat karena saya menjumpai orang-orang yang mendewakan sains dan teknologi. Saya hanya ingin membuat poin bahwa ada sisi-sisi dunia ini yang tak mampu dijangkau oleh teknologi, tak mampu juga dijangkau oleh sains. Tapi tolong jangan salah paham, saya tidak mengatakan sainstek itu tidak berguna. Sainstek itu sangat berguna dan manfaat, hanya saja ia bukanlah segala-galanya. Jadi letakkanlah masing-masing hal sesuai dengan proporsinya.

rect4489

Mojosari, 5 Juli 2018

signature

(keren juga ya pakai signature begini)

2 thoughts on “Ind-Der-Rah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s