M Orientasi S

Besok sekali, Senin tanggal 16 Juli, anak-anak di sini akan mulai masuk sekolah. Entah kalau di tempat lain. Apakah tanggal masuknya sama ataukah beda. Yang pasti besok anak-anak sekolah di sini akan mulai sekolah lagi setelah libur yang panjaaang, liburan lebaran yang bersambung langsung dengan liburan kenaikan kelas. Tahun ajaran baru nih…

Bicara tentang tahun ajaran baru, ada anak-anak SD yang besok akan mulai jadi anak SMP. Anak-anak SMP besok ada yang mulai menjadi anak SMA. Minggu pertama begini, biasanya kegiatan belajar mengajar belum aktif karena akan diadakan dulu masa orientasi untuk anak-anak baru ini. Kalau dulu disebutnya MOS kependekan dari Masa Orientasi Siswa, kalau sekarang entah, masih samakah?

Flash back kenangan MOS dulu. Saat SMP, masa orientasi saya diampu langsung oleh guru, bukan oleh panitia OSIS dan MPK. Mungkin karena anak-anak OSIS-nya dipandang masih bocah oleh guru-guru serta belum mampu mengurus acara sebesar dan sepenting orientasi siswa baru. Karena diampu oleh guru, tidak ada kegiatan yang aneh-aneh, standar saja, malah agak buat bosen. Yang saya ingat, kita didikte menulis panjang sekali tentang wawasan wiyata mandala. Apa itu? Saya juga sudah lupa. Lalu kelas kita dilatih jadi petugas upacara. Tata cara upacara ketika SMP agak beda dengan saat SD, jadinya kita masih agak merasa aneh, tidak familiar.

Kegiatan MOS saat SMP itu ditutup di akhir pekan dengan mengadakan persami. Kita membuat tenda di halaman tengah sekolah, di bawah pohon-pohon sonokeling besar yang dulu masih ada banyak di halaman sekolah. Malamnya menyalakan api unggun. Standar saja. Karena masih bocah ya, masih baru lulus SD. MOS-nya jadinya tidak aneh-aneh.

Ceritanya benar-benar beda ketika SMA. Ketika SMA, masa orientasi siswa diampu oleh panitia MOS yang dibentuk oleh senior OSIS dan MPK. Guru-guru cuma sebagai kontrol saja, jarang terlihat saat MOS. Mungkin mereka ada di ruang guru, tapi kami peserta orientasi tiap hari berurusannya dengan para panitia senior ini.

Saat itu masih ada aturan norak macam: 1. Panitia tidak pernah salah; 2. Jika panitia salah kembali ke aturan nomor 1. Sekarang masih jaman ga aturan begini? Jadi aturan-aturan ini di sampaikannya ketika technical meeting yang diadakan pada hari Sabtu sebelum dimulainya MOS pada hari Senin.

Aturan lainnya lagi adalah: tiap hari selama MOS kita diharuskan membawa tiga buah permen kiss yang di kemasannya ada tulisan I Love You, I Miss You, I Need You. Nyari di toko-toko seringnya ga dapat. Harus beli langsung kemasan besarnya, biasanya di sana ada beberapa yang cocok. Kemudian beli lagi, cari lagi. Ribet.

Lalu ada lagi aturan: kita harus membawa okky jelly drink. Tapi dalam 1 botol harus ada dua rasa, tiap kelas beda-beda rasanya, kelas kita harus membawa rasa jeruk campur strawberry. Oh iya, kemasannya ga boleh rusak. Gimana caranya? Okky jelly drink ga ada yang dua rasa. Panitia ga mau tahu. Pokoknya harus bawa. Titik.

Anak-anak bingung dan membuat dengan caranya sendiri-sendiri. Ada yang setelah dibuka dan dicampur kemudian disegel lagi dengan setrika. Ada yang kemudian ditempel lagi plastik atasnya dengan lem alteco. Saya termasuk yang ngelem, setelah dilem baru disetrika, haha. Dobel.

Ketika datang hari H dimana kita harus membawa okky jelly itu, panitia melakukan inspeksi jelly yang dibawa anak-anak. Diteliti satu persatu, tidak boleh ada yang rusak, tidak boleh ada bekas lem, harus perfect. Gelas okky jelly itu sampai diremas-remas oleh panitia untuk mengecek. Ya karena diremas, tentu saja banyak gelas jelly teman-teman yang jebol. Okky jelly yang disegel dari pabrik saja kalau diremas kuat akan jebol juga. Marahlah panitia. Yang biasanya bertugas marah-marah biasanya mbak-mbak, yang punya muka paling judes.

Sama seperti SMP, di SMA masa orientasinya juga diakhiri dengan persami. Tapi bukan persami sih, karena kita tidak kemah dan tidak membuat tenda. Kita cuma menginap di sekolah, tidur di kelas. Dan dimarah-marahi lagi yang entah apa alasannya saat itu. Lupa.

MOS SMA waktu itu memang tidak sampai bisa disebut perpeloncoan, mungkin lebih cocok disebut ‘dikerjai oleh senior’. Dan di sekolah-sekolah lainnya juga tidak jauh beda. Dikerjain juga. Bodohnya saat itu saya manut-manut saja. Haha, saya jaman awal-awal SMA memang terlalu polos dan takut cari masalah. Sifat rebel-nya belum muncul, belum berani menantang dunia, haha.

Karena itu, buat anda pembaca yang besok akan menjadi peserta MOS atau OSPEK kampus, baca baik-baik kalimat-kalimat saya sebagai senior ini. Tips menghadapi ospek atau MOS. Tips-nya hanya satu: Jangan manut! Jangan manut jika disuruh aneh-aneh. Era junior polos yang dibodoh-bodohi dan dikerjai senior sudah lewat. Sekarang jamannya para junior outsmart para senior yang sok kuasa.

Saat sebelum mulai masa orientasi, biasanya akan ada semacam briefing untuk menjelaskan aturan dan perintah-perintah yang harus dipatuhi. Di momen ini anda harus kritis. Kritisi setiap aturan yang mereka keluarkan. Minimal tanyakan ‘mengapa?’ atau ‘buat apa?’. Kritisi semuanya kalau perlu. Tidak penting panitia memberikan jawaban atau ga. Mereka mau jawab dengan bagus atau cuma ngasal itu ga penting. Yang penting anda harus tanya dengan kritis.

Setelah itu, pilah-pilah mana tugas dan perintah yang masuk akal. Masuk akal di sini maksudnya adalah tugas itu nyata bermanfaat. Kalau ada tugas disuruh menulis esai tentang sejarah sekolah, ya buatlah. Itu bermanfaat untuk mengenal sekolah. Nah, tugas-tugas aneh, yang cuma buat having fun-nya senior, macam bawa okky jelly dua rasa tadi, tugas-tugas seperti ini lupakan semuanya. Buang semuanya ke sampah. Ga perlu diikuti. Nanti dimarahi senior? Tidak apa. Nanti saat senior marah-marah kita akan jawab dengan berani.

Jika senior marah, gunakan status sekolah sebagai institusi pendidikan untuk meng-counter mereka. Anda bisa katakan: “Saya dididik untuk jadi orang yang cerdas. Tidak manut dengan perintah-perintah bodoh yang tidak make sense. Termasuk juga pada senior, kalau senior-seniornya bodoh dan ga make sense saya dididik tidak untuk ikut-ikutan. Mau bodoh ya silahkan bodoh saja sendiri.” Haha, jadi junior yang agresif. Atau gunakan kata-kata anda sendiri yang inti maknanya sama.

Gunakan: ‘sekolah adalah tempat belajar’, ‘datang ke sekolah untuk jadi orang yang berilmu’, ‘kegiatan macam itu sesuatu yang bodoh’, ‘saya tidak mau ikut-ikutan jadi orang yang bertindak bodoh’ dan statement yang semisal untuk menjadi pondasi dan dasar argumen yang melegitimasi kelakuan rebel anda. Ini argumen yang kuat, menimbang sekolah adalah memang tempat belajar, bukan tempat kegiatan-kegiatan bodoh yang dilakukan senior untuk mengerjai juniornya.

Paham?

Saya ulang lagi. Era junior yang polos dan cuma manut-manut saja ke seniornya sudah habis. Sudah tidak jaman. Kita butuh orang-orang yang menjadi pionir yang bisa memutus perbuatan-perbuatan bodoh yang dilakukan oleh para senior kita. Negara kita bisa terpuruk jika kita sebagai junior hanya menjadi orang-orang penakut, polos, dan manut-manut saja ke senior. Kita butuh orang-orang cerdas dan pemberani yang tidak takut menjadi anti-mainstream di tengah-tengah kumpulan orang yang buruk, yang bisa mengubah dan memperbaiki yang salah. Yang tidak hanya manut. Tugas junior sekarang adalah menjadi orang-orang cerdas dan meminggirkan senior-senior yang bodoh dan korup.

Ini saatnya generasi kita yang mengambil alih!

#kampanye

Begitulah pokoknya. You get the idea.

block

Mojosari, 15 Juli 2018

di awal malam yang lelah,

signature

twitter instagram

12 thoughts on “M Orientasi S

  1. Suka khawatir dengan acara seperti ini, karena seperti memberi otoritas berlebihan ke mereka yang secara mental masih sangat belum siap. Konon, di Finlandia anak-anak (termasuk usia mahasiswa) tetap dibiarkan jadi anak-anak, dan pendidikan mereka paling maju di dunia. 🙂

    Like

    1. Saya agak susah sebenarnya menggeneralisasikan masalah ini. Karena pernah tahu juga senior-senior yang secara umur belum dewasa tapi mampu membuat orientasi yang bermakna dan bermanfaat untuk para juniornya.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s