Resolusi Agustus

Akhirnya bulan Agustus tiba juga. Awal bulan seperti ini bagus untuk masang resolusi baru. Dan inilah saya, memasang resolusi untuk bulan Agustus. Rencananya resolusi ini bukan cuma untuk bulan Agustus, tapi juga untuk bulan-bulan lain setelahnya. Tapi karena mulainya di bulan Agustus mari kita namai saja ‘Resolusi Agustus’.

Saya jarang menuliskan resolusi sebenarnya. Ga pernah malahan. Ini yang pertama kalinya. Semoga dengan dituliskan nantinya jadi lebih mudah dikontrol. Barangkali juga nanti di antara teman-teman pembaca ada yang ikutan menjalaninya? Bisa jadi. Menjalankan resolusi bersama-sama rasanya jadi lebih ringan.

Jadi inilah resolusi Agustus:

Single Tasking

Katanya generasi milennial adalah generasi yang ahli dalam multi-tasking. Masa? Buat saya, sebagai salah seorang milennial, generasi milennial bukanlah generasi yang ahli multi-tasking, tapi generasi yang ahli untuk tidak fokus.

Apa bedanya? Bedanya, multi-tasking adalah mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Sedangkan kita milennial, benar mengerjakan beberapa sekaligus, tetapi yang dikerjakan bukanlah pekerjaan, melainkan mainan.

Jika multi-tasking contohnya adalah kita memasak air sambil membaca buku. Maka kita milennial memasak sambil main twitter. Belajar sambil buka facebook. Kerja sambil dengerin youtube. Multi-tasking tapi bukan multi-tasking.

Pekerjaan saya tiap harinya berhubungan dengan komputer dan internet, dan yak, bisa ditebak, saya multi-tasking sambil mendengarkan sesuatu. Kadang sambil mendengarkan podcast, youtube, atau yang lainnya. Pokoknya mendengarkan orang lain ngomong, supaya ga merasa bosan.

Memang, akhirnya tidak terasa bosan, tapi saya merasa tidak menikmati. Tidak menikmati apa yang dikerjakan dan tidak menikmati apa yang didengar. Dua-duanya menjadi kacau. Tidak mindful, alias tidak mengerjakan semuanya dengan sepenuh hati.

Karenanya, resolusi Agustus yang pertama adalah: saya akan menjadi seorang yang bekerja single tasking. Mengerjakan satu pekerjaan saja dalam satu waktu. Setelah selesai baru beralih ke yang lainnya. Satu pekerjaan dengan sepenuh hati. Tidak sambil mendengarkan ini ataupun itu.

No Screen in Bed

Resolusi Agustus yang kedua adalah: saya tidak akan memasukkan gadget ke dalam kamar. Kamar dan kasur murni untuk beristirahat, bukan untuk browsing internet ataupun sosmed. Semua gadget: HP, tablet, dan laptop harus berada di luar kamar.

Saya pertama kali mendengar istilah ‘no screen in bed‘ ini dalam sebuah video dokumentar tentang internet addiction. Bagaimana para konsumen, orang-orang biasa seperti kita, tidak bisa lepas dari gadget mereka. Sedangkan banyak pembesar dunia IT dan pemilik perusahaan IT besar malah membatasi penggunaan gadget anggota keluarga mereka. Saya lupa siapa pemilik aturan ini, entah Bill Gate atau Steve Jobs atau orang yang lain. Dia memberlakukan aturan ini di rumahnya. Tidak boleh ada monitor yang masuk ke dalam kamar. Kamar murni sebagai tempat beristirahat.

Awal tahun ini, saya pernah mencoba, menjauhkan semua gadget dari kamar. Selama 2 minggu kalau tidak salah. Dan hasilnya melebihi ekspektasi. Kualitas tidur rasanya langsung meningkat drastis. Tidur terasa enak dan cukup. Karena istirahatnya cukup maka saat bangun rasanya semangat. Perasaan yang susah dijelaskan. Intinya: enak.

Membawa gadget ke tempat tidur bukan hanya mengurangi kualitas tidur tapi juga memancing kita membuka hal-hal yang tidak seharusnya dibuka. Karena waktu malam menjelang tidur pikiran kita sudah lelah, akibatnya kita tidak terlalu bisa mengontrol diri. Malah membuka situs atau akun sosmed orang-orang yang bisa meracuni. Membuat sedih dan sumpek.

Dulu, saat menjalani aturan ini saya merasakan sakaw, alias saat mau tidur kepingin sekali ngambil HP atau tablet, rasanya tangan gatal, kepingin sekali buka internet. Sepertinya saya akan kembali merasakan sakaw saat kembali menerapkan aturan ini.

Bagi yang tinggal di kos dan hanya punya satu kamar, mungkin aturan ini bisa dimodifikasi. Yaitu: tidak memegang gadget saat berada di kasur. Penggunaan kasur dan gadget tidak boleh digabung. Kalau pakai gadget, ya gadget saja. Kalau pakai kasur ya kasur saja.

Air Putih

Beberapa hari yang lalu, tetangga tepat samping rumah saya meninggal. Sakit diabetes. Rasa-rasanya banyak sekali orang-orang di sekitar saya yang menderita diabetes. Berarti ada yang salah dengan pola hidup kita.

Saya pernah menonton sebuah video yang agak berbau konspirasi. Di sana mereka menyebutkan bahwa dulu saat penyakit macam diabetes, darah tinggi, stroke, dkk meningkat besar-besaran, ada satu riset yang meneliti apakah penyebabnya. Hasil riset ini mengatakan bahwa yang menyebabkan melonjaknya jumlah penderita penyakit itu adalah konsumsi gula. Zaman itu, kristal gula alias ekstrak gula baru-baru saja diproduksi secara komersil besar-besaran. Saat gula itu masuk dalam diet masyarakat, merebaklah berbagai macam penyakit tadi.

Di saat yang sama, para produsen gula dan makanan juga ikut membuat riset. Mereka membuat laboratorium sendiri atau membiayai laboratorium lain untuk melakukan riset yang sama. Hasil dari riset mereka mengatakan bahwa lonjakan penderita penyakit tadi disebabkan oleh konsumsi lemak. Sehingga pola makan yang baik seharusnya adalah pola makan yang rendah lemak.

Bagian konspirasinya adalah: perusahaan gula dan para perusahaan makanan & minuman itu membuat dan membiayai riset sengaja untuk mengalihkan masyarakat bahwa penyebab peningkatan jumlah pesakitan adalah gula dan makanan manis yang mereka produksi. Mereka berusaha menyalahkan lemak. Dan mereka mulai menyebarluaskan hasil riset mereka sendiri. Memasukkannya ke koran-koran, majalah, dan televisi. Di saat yang sama, berusaha menenggelamkan satu riset yang menyalahkan gula.

Terlepas dari benar tidaknya kospirasi ini, ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu: manusia sudah terbiasa mengonsumsi lemak sejak zaman dahulu sekali, saat manusia sudah mengonsumsi hewan mereka sudah mengonsumsi lemak, dan tidak ada masalah asalkan tidak sangat berlebihan. Sedangkan gula, ekstrak gula baru di produksi secara komersil tidak sampai lima ratus tahun yang lalu, dan ketika ekstrak gula itu masuk ke dalam kehidupan masyarakat dan menyentuh setiap sisi makanan mereka, maka merebaklah penyakit semacam diabetes dan semisalnya. Dan ini sudah sangat terlihat di orang-orang sekitar saya, penderita diabetes dimana-mana.

Oleh karena itu, resolusi agustus saya yang terakhir adalah mengganti semua minuman dengan air putih. Dengan sekali-sekali minuman selain air putih yang tanpa tambahan gula. Teh tawar atau jus atau yang lainnya yang tanpa gula. Tidak apa-apa manis asalkan manisnya alami. Saya rasa ini adalah resolusi yang paling berat karena saya terbiasa minum yang manis: teh manis, susu manis, dll.

Jadi tiga itulah yang menjadi resolusi saya bulan Agustus ini. Resolusi ini akan dimulai bersamaan dengan saya meng-upload tulisan ini. Semoga semua lancar dan berjalan sesuai harapan.

block

Mojosari, 5 Agustus 2018,

di malam yang berisik,

signature

 

 


| twitter | Instagram |

16 thoughts on “Resolusi Agustus

  1. Keren nih resolusinya Mas. Semoga lancar.

    Yang pertama saya dulu pernah nerapin, kerja sambil pasang earphone dengerin lainnya, tapi malah ga konsen.

    Like

    1. Nah, untuk menghindari ngantuk saya tiap 2 jam sekali berdiri, keliling ruangan kantor, muter2, nyapa temen.
      Selain kita tidak disarankan duduk terus seharian, sedikit berguna juga melawan kantuk. Kalau ga gitu wudhu, cuci muka..

      Like

  2. lha saya kalo minuman warna palingan kalo lagi makan di resto
    di rumah sama di kantor ya minumnya air putih
    alhamdulillah

    Like

  3. Keren keren sekali resolusis nya, dan nggak biasa 👏
    Tapi nggak jangka pendek buat saya, untuk jangka panjang boleh juga. Pernah coba resolusi sejenis tapi gagal kurang komitmen. Resolusi seperti ini kalo jadi habit bakal muncul nama baru di Dunia. Seperti biasa, tulisan yang awesome 😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s