Berburuk Mimpi

Sebelumnya mari kita definisikan dulu apa itu mimpi buruk.

Saya tidak tahu apakah frase mimpi buruk punya definisi resmi. Selama ini saya mendefinisikan mimpi buruk adalah mimpi yang kita lega saat bangun, lega itu cuma mimpi. Kadang disertai terbangun tiba-tiba, kadang ga.

Tahu kan ‘terbangun tiba-tiba’? Bangun yang langsung 100% tanpa loading. Kalau ada mimpi yang membuat saya terbangun tiba-tiba lalu lega kalau kejadian barusan yang dialami itu cuma mimpi, itulah yang saya sebut mimpi buruk.

Ceritanya, beberapa hari yang lalu saya mimpi. Mimpi horor.

Setingnya di sebuah lokasi yang mirip dengan kantor baru yang akan saya tempati, insyaallah. Bedanya, kantor itu berantakan banget. Bangku-bangku berserakan, gelap, kotor, dan sebagainya. Kalau anda pernah tahu game horor Dreadout, nah seperti itu kira-kira seting lokasinya. Lengkap dengan tone gambar yang redup khas film-film horor.

Dreadout-e1508902702382
DreadOut, game horor lokal Indonesia buatan studio Digital Happiness Bandung

Orang-orang yang saya temui dalam mimpi mengingatkan kalau jangan pergi ke sana karena banyak sekali terlihat penampakan kuntil anak dan pocong. Banyak sekali. Gedung itu tetap sepi, suram, dan ga ada orang yang berani mendekati meskipun siang hari.

Singkat cerita, dalam mimpi, saya pergi ke sana sendirian. Siang-siang. Meskipun siang tapi suasananya entah kenapa gelap. Saya masuk ke dalam gedung yang kotor dan berantakan. Dan… saya kebangun.

Btw, cerita di atas bukanlah cerita tentang mimpi buruk. Saya terbangunnya terbangun biasa saja dan tidak merasa lega, malah merasa sayang sekali.

Kenapa merasa sayang pas bangun?

Pasalnya saat memasuki gedung itu saya membawa sebatang besi yang bentuknya mirip bat baseball. Dan tujuan saya datang ke sana adalah memecahkan kepala setiap kuntilanak dan pocong yang menampakkan diri. Hahaha…

Maaf, saya memang kejam kalau berurusan dengan hantu.

Sayangnya, belum sempat ketemu satupun dari mereka saya sudah kebangun…. sayang sekali.


Skip beberapa hari kemudian.

Saya mimpi lagi, tapi kali ini mimpinya normal-normal saja, bukan horor.

Dalam mimpi, saya sedang mengurus berkas-berkas penting. Entah apa itu, pokoknya suatu birokrasi yang penting yang harus selesai. Kebetulan saat itu adalah hari deadline. Karena deadline, petugas yang mengurus birokrasi itu melayani sampai malam. Jam pelayanan diperpanjang sampai malam, jadi ga ada alasan berkas itu tidak beres.

Untuk itu, saya bersama banyak orang lainnya harus mengumpulkan berbagai berkas. Ditata rapi, lalu dikumpulkan ke petugasnya. Harus beres.

Tempat pengumpulannya di kantor yang terlihat sederhana, di sebuah kompleks yang mirip balai desa. Ada pohon di depan kantor itu. Di bawah pohon ini, orang-orang yang mengurus berkas itu memarkir kendaraannya.

Saya juga datang ke sana dong. Waktu itu saya naik sepeda dan lokasinya agak lumayan jauh, butuh sejam naik sepeda ke sana. Saya sampai saat keadaan sudah gelap.

Meskipun sudah mulai malam, tapi kantor itu tetap rame dengan orang-orang dan terang karena lampu. Cahaya lampunya terlihat menembus di jendela-jendela samping kantor itu. Wajar, karena hari itu adalah hari deadline untuk berkas-berkas yang harus beres dan kantor itu akan tutup beberapa jam lagi.

Setelah masuk dan bergerombol di dalam bersama orang-orang lainnya. Saya baru tahu kalau berkas yang dikumpulkan harus melampirkan kwintasi pembayaran apa gt. Masalahnya, saya yakin saya ga menyertakan kwitansi itu dalam dokumen yang saya bawa.

Saya bongkarlah dokumen itu, harap-harap cemas, barangkali saja terbawa ga sengaja. Nihil. Kwitansinya ga ada. Petugas di sana menyarankan saya pulang saja, ambil kwitansinya lalu balik lagi.

Tapi saya cuma bawa sepeda. Rumah jauh. Ngebutpun akan mepet-mepet waktunya. Dan masalah terbesarnya adalah, saya ga mengarsip kwitansi itu dan seingat saya beberapa hari lalu kwitansi itu saya buang karena saya anggap ga penting…

Bingung, ga tahu harus apa, waktu sudah sangat sempit, ada misi yang hampir mustahil yang harus diselesaikan. Tidak ada opsi yang tersisa.

Di saat itu saya langsung terbangun. Langsung 100%. Kemudian lega itu semua cuma mimpi.


Itu adalah mimpi buruk versi saya.

Sambil menulis ini, saya jadi teringat bahwa semua mimpi buruk saya modelnya adalah seperti ini. Bukan mimpi hantu, bukan mimpi seram, tapi mimpi harus men-tackle sesuatu yang mustahil atau hampir mustahil.

Pas kecil dulu, setiap kali sakit, saya hampir selalu mimpi berada di tempat yang sangat luas dengan banyak sekali batu besar dan entah kenapa saya harus memasukkan batu-batu besar itu ke dalam sebuah lubang yang kecil.

Dari ukurannya saja sudah mustahil memasukkan batu-batu itu ke dalam lubang. Dan jangankan memasukkan, memindahkan batunya saja saya ga kuat. Dan itu harus saya lakukan ga boleh ga. Mustahil.

Biasanya kalau sudah dalam keadaan begitu, saya kebangun dengan badan panas demam. Ini sering kejadian. Saking seringnya, sampai berkesan dan teringat terus sampai sekarang.

Saya juga lumayan sering mimpi buruk tentang ujian. Harus ujian mendadak padahal sama sekali ga pernah menyentuh pelajaran itu. Atau mimpi bahwa tiba-tiba harus mengadakan seminar tugas akhir tanpa ada persiapan sama sekali, haha. Padahal ini mimpinya saat sudah lulus kuliah.

Intinya, mimpi tentang tugas yang sangat sulit tanpa ada persiapan dan kemampuan sama sekali.

Kalau sudah bermimpi begitu, saat terbangun saya akan lega sekali karenan itu semua cuma mimpi.


Mungkin dari mimpi buruk yang dialami, kita bisa tahu kepribadian seseorang. Mungkin. Teori saya begitu.

Karena mimpi buruk seperti ini adalah mimpi buruk yang sangat cocok untuk orang yang punya sifat perfeksionis seperti saya. Dituntut untuk sempurna melakukan sesuatu yang saya tidak punya kemampuan atau tidak ada persiapan, ditambah lagi dengan restraint waktu sepertinya adalah ketakutan terpendam saya. Haha..

Kalau anda, seperti apa mimpi buruknya?

 

 

6 thoughts on “Berburuk Mimpi

  1. Pernah denger mimpi itu semacam representasi keinginan atau ketakutan kita yang tersimpan di bawah alam sadar.
    Sy pernah bermimpi berada di neraka. Pernah mimpi berjibaku sama maling di kamar. Pernah mimpi berada di sebuah desa yg isinya nenek/kakek yg gila dan dipasung. Nah ini yg mimpi serem.
    Kalau yg indah2 mah di keep wae lah ya. 😁

    Like

  2. Berarti ujiannya lulus yak? Selamat yeeeaaayyyyyyyyy~

    Btw bisa ya mimpi teratur gitu. Kalo aku mimpi kagak pernah jelas, dan jarang banget bisa ku ingat setelah tidur. Yang ku ingat aja misalkan: ku bisa kamehameha dan tempatnya pindah-pindah. Lol.
    Jadi buruk atau nggaknya, ya nggak ngerti juga wqwq~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s