Di Depan Showcase

Saya sedang sakit meriang dan kehujanan. Sakit dan kehujanan. Bukan sakit karena kehujanan. Jadinya saya sudah sakit duluan baru kemudian kehujanan. Klop lah.

Tapi itu cerita tadi. Sekarang saya sudah ada aman di depan komputer dalam rumah yang nyaman dengan membawa segelas besar susu panas.

Fuuh.. alhamdulillah

Eh, mau cerita apa tadi…

Oh iya,

Tadi saat kehujanan, saya sempat mampir ke alfamidi. Salah satu sisi temboknya penuh dengan showcase.

Tahu apa itu showcase?

Showcase itu kulkas yang pintunya bening jadi kelihatan dalamannya. Biasanya dibuat untuk menyimpan softdrink dingin dan kawan-kawannya. Tahukan? Biasanya selalu ada di dalam supermarket atau minimarket.

Di alfamidi tadi ada sekitar 6 showcase berjejer yang berisi minuman bermacam-macam. Ditambah satu showcase besar yang isinya buah kupas dan sayur-sayuran.

Tapi saya bukan mau cerita tentang showcasenya melainkan orang-orang yang ada di depannya.

Akhir-akhir ini, setahunan belakangan ini, saya jadi agak diskriminatif dengan orang-orang yang ada di depan showcase.

Bukan diskriminatif juga sih. Cuma membeda-bedakan aja kok. Eh itu diskriminatif ya namanya? Pokoknya gitulah.

Intinya saya membedakan orang yang ada di depan showcase itu tergantung dari apa yang mereka ambil.

Somehow, saya merasa respek dengan orang-orang yang membuka showcase kemudian mengambil air putih alias air mineral, apapun mereknya.

Rasanya mereka terlihat lebih wah dibandingkan orang-orang yang mengambil cola, fruit tea, atau minuman rasa-rasa lainnya.

Mereka jadi terlihat seperti orang yang bisa mengontrol nafsunya. Mengontrol nafsunya hanya mengambil air yang tawar di tengah godaan berbagai rasa dan soda.

Mereka bisa mengendalikan dirinya tidak mengambil sebotol cairan pengawet, pewarna, dan perasa buatan.

Keren aja kelihatannya. Mampu menahan diri untuk tidak merasakan enak sesaat demi kemaslahatan dan menghindarkan mudharat yang besar di masa depan. Keren kan?

Sebaliknya, orang-orang yang mengambil selain air putih jadi terlihat tidak keren. Cuma sekumpulan orang-orang yang tidak mampu menahan godaan untuk menikmati kesenangan sesaat. Kesenangan sesaat yang harus dibayar mahal nantinya.

Kita semua tahulah di dalam lubuk hati yang paling dalam kalau minuman rasa macem-macem itu tidak baik bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Akhir kata, sepertinya sudah tertanam dalam pikiran kita sebagai manusia perasaan respek pada orang-orang yang bisa menahan hawa nafsunya.

Orang-orang yang terlihat berwibawa di hadapan manusia adalah orang-orang yang mampu menundukkan dan mengontrol nafsunya.

Coba saja ingat-ingat, siapa saja orang yang kita anggap berwibawa dan kita hormati mereka. Pasti mereka adalah orang-orang yang di depan mata kita terlihat mampu menundukkan hawa nafsunya. Contohnya: Pak Ustadz, Pak Kiai, dan guru-guru kita mungkin.

Logika yang sebaliknya juga berlaku. Orang-orang yang mengumbar nafsunya, orang-orang yang hidupnya dikontrol oleh hawa nafsunya akan terlihat hina di depan mata manusia.

Orang yang awalnya terlihat berwibawa dan kita hormati-pun akan jatuh wibawa dan penghormatan kita kalau kita melihatnya tidak mampu menundukkan nafsunya.

Kita pasti akan langsung hilang respek saat tahu guru kita mencabuli banyak murid-muridnya. Atau saat melihat Pak Kiai yang kita hormati ternyata adalah orang yang gila kekuasaan, memanfaatkan kedudukannya untuk mencari suara.

Eh, ini bukan sedang ngomongin politik ya. Ini cuma contoh saja. Bener cuma contoh.

Kembali ke showcase. Apa yang saya ambil dari showcase?

Saya biasanya berdiri lama di depan showcase. Melihat dari ujung ke ujung. Kemudian berlalu begitu saja. Menuju freezer dan mengambil sebatang paddle pop. Haha. #bercanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s