Pujangga Jahat

Lihatlah itu Si Pujangga Jahat. Dia pergi ke hutan dunia. Kemudian kembali pulang ke rumahnya dengan membawa satu batang besar fiksi. Dengan penanya ia memotong fiksi itu menjadi ruas-ruas yang kecil, lalu meraut dan meruncingkan ujungnya dengan sebilah kalimat.

Jadilah anak-anak panah propaganda.

Lihatlah itu Si Pujangga Jahat. Dia pergi mengendap-endap menuju ke kota. Membawa anak-anak panah propaganda dan sebuah busur tulisan. Ketika bertemu dengan seorang bodoh, Si Pujangga Jahat segera meluncurkan senjatanya. Orang bodoh itu mati dalam sekejap. Kemudian ia bersembunyi dalam semak, menanti. Lama kemudian lewatlah seorang intelek yang terlihat lalai tanpa tameng dan baju besi. Tak membuang waktu Si Pujangga Jahat melucurkan lagi panahnya. Syut.

Orang intelek itu tidak mati, tapi parah terluka berdarah-darah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s